Kamis, 15 April 2010

Trust in The Lord

Amsal 3:5 
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
KJV
Pro 3:5 Trust in the LORD with all thine heart; and lean not unto thine own understanding.
ASV
Pro 3:5 Trust in Jehovah with all thy heart, And lean not upon thine own understanding:

Percaya kepada Allah :

1. Sungguh-sungguh tahu siapa Allah yang kita percayai bahwa Allah yang kita percaya adalah Allah yang hidup dan MahaKuasa. Bila kita tidak mengenal bahwa Allah adalah Allah Yang MahaKuasa...maka mustahil kita bisa belajar percaya kepada Allah. Tetapi Alkitab memberitahukan pada ayat pertama dari Alkitab yaitu Kej 1:1 (Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi) kepada kita bahwa Allah itu ada dan Dia MahaKuasa, Dialah Allah yang telah menciptakan segala sesuatunya dan telah mengatur sejarah dunia ini. Yoh 1:1-3((1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (2) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. (3) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.). Ayat ini pun mengkonfirmasi bahwa Allah TriTunggal itu ada dan Pencipta dari segala sesuatu. Jadi Allah itu hidup dan Allah itu MahaKuasa.

2. Sungguh-sungguh tahu sampai dimana batas-batas kemampuan kita . Sehingga kita tidak lagi jadi manusia-manusia sombong yang terus menyombongkan segala sesuatu atribut baik itu intelektual, uang, teman, sahabat, pacar, istri, suami dsb. Manusia adalah sangat terbatas dihadapan Allah, manusia juga telah tercemar dosa yang merusak segala sesuatu yang ada padanya sehingga yang keluar dari padanya adalah segala macam dosa dan kejahatan belaka. Manusia sangat terbatas dalam hal rasio, ruang dan waktu, sehingga pada saat saya dan saudara sedang sedih, siapakah yang mengetahui keadaan saudara secara detail...pada saat saudara sedang menangis sendiri, siapakah yang mengerti dan memahami isi hati saudara...pada saat saudara diPHK dari tempat kerja saudara, siapakah yang mengetahui setiap detail pergumulan dihati saudara ? pacar, istri, suami, teman maupun sahabat saudara..tidak, mereka pun tidak bisa mengetahui hal tersebut bila saudara tidak memberitahu mereka, walaupun mereka tahu, itupun mengetahui dengan segala keterbatasan mereka.. pada saat saudara sedang sakit keras dan mau meninggal, apakah yang dapat diperbuat uang, otak dan talenta saudara ??...hanya Allah saja yang mengetahui setiap detail isi hati kita, kondisi kita, isi pikiran kita pun Allah tahu, bahkan apa yang akan kita kerjakan pun Allah tahu. (Bdk : Psa 139:1-4 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; (2) Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. (3) Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. (4) Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.) Karena itulah Firman Tuhan mengatakan :jangan kita bersandar kepada pengertian kita sendiri.

3. Sungguh-sungguh mempercayakan hidup kita kepada Allah Yang MahaKuasa. Ingatlah bahwa Allah itu adalah Allah sang Pengatur Sejarah Dunia. Dia pasti memberikan segala rancangan yang terbaik bagi anak-anakNya. Mungkin saja kita rugi , ditinggal kekasih dan bahkan karir kita hancur dihadapan manusia pada saat mempercayakan diri kita kepada Allah tetapi, bila kita sungguh-sungguh percaya kepada Allah dan kita sungguh-sungguh melakukan kehendakNya maka dihadapan Allah saudara ”sukses” menjalankan misi Kerajaan Allah. I Yoh 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Dari ayat terlihat siapa saja yang melakukan kehendak Allah pasti akan hidup selama-lamanya bersama Bapa di Sorga. Tetapi siapa yang menolak untuk percaya kepada ALLAH, dan tidak melakukan kehendak Allah, pasti BINASA selama-lamanya. Hidup selama-lamanya bersama Bapa disorga adalah suatu rancangan terbaik bagi kita yang akan diberikan Allah bagi setiap anak-anak PilihanNya. Maka celakalah orang yang hidup tidak percaya kepada ALLAh, lebih baik dia tidak pernah dilahirkan oleh ibunya kedunia ini daripada dibuang menjadi bahan bakar api neraka selama-lamanya.

4. Dasar yang paling penting bahwa kenapa kita harus percayakan hidup kita kepada ALLAH, adalah bahwa pada saat kita percayakan hidup kita kepadaNya maka kita menerima Kristus sebagai Tuhan (Pemimpin hidup kita) dan Juruselamat kita secara pribadi sehingga kita ditebus oleh Darah Kristus, sehingga hidup kita yang sekarang kita jalani sudah terlepas dari bayang-bayang maut. Sehingga hidup kita saat ini adalah hidup yang menatap hari depan dengan penuh kesukacitaan karena kematian kekal sudah tidak menanti kita pada saat kita meninggal. Hal ini hanya dapat terjadi pada saat kita ”Percayakan” seluruh hidup kita kepada Kristus (bdk : Rom 10:9-11 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (10) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (11) Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."). Sekalipun kita didunia ini miskin, dan hidup terlunta-lunta pun tidak menjadi masalah bagi kita karena hal tersebut bukan ketakutan terbesar kita. Dimana pada ketakutan terbesar kita, Kristus telah mati bagi kita, sehingga kita tidak tidak lagi takut dan gentar menghadapi kematian yang pasti akan menjemput kita satu persatu, tidak perduli dia orang miskin orang kaya, orang bodoh orang pandai, pengemis maupun presiden, kita semua pasti meninggal. Tetapi pada saat kita sudah percayakan itu hidup kita kepada Kristus, maka tidak ada satu halpun yang seharusnya mampu menggentarkan hidup kita karena Roh Kudus (Roh Allah / Roh Kristus) beserta kita bahkan pada saat kita mati pun, Roh Kudus tetap menyertai kita sampai selama-lamanya (bdk Joh 14:15-17 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. (16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (17) yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu).

5. Mari kita berhenti untuk percaya kepada pengertian kita sendiri, dan mulai belajar Firman dengan sungguh-sungguh sehingga kita hidup bersandarkan Firman sebagai sandaran untuk kita mengetahui kehendak Allah dalam hidup kita.

Albert Barnes, tentang Trust in God :
In preaching “trust in God...” the moralist anticipates the teaching that man is justified by faith. To confide in God’s will, the secret of all true greatness, is to rise out of all our anxieties and plans and fears when we think of ourselves as the arbiters of our own fortunes, and so “lean to our own understanding.” (Dalam pengajaran "Percaya kepada Allah" dimana kaum moralis mengantisipasi ajaran bahwa manusia dibenarkan karena iman. Untuk memberitahukan tentang kehendak Allah, rahasia dari semua rahasia keagungan yang sejati, adalah untuk bangkit dari segala kecemasan dan ketakutan dari rencana manusia ketika kita berpikir tentang diri kita sebagai penengah nasib kita sendiri, dan juga pengertian yang bersandar dari pemahaman kita sendiri.)
Jadi Albert Barnes berkesimpulan bahwa rahasia agung agar kita terhindar dari kecemasan dan ketakutan yang tidak karu-karuan dalam hidup kita adalah "Percaya Kepada Allah" .

Adam Clarke, tentang Trust in God :
Trust in the Lord with all thine heart - This is a most important precept:
1. God is the Fountain of all good.
2. He has made his intelligent creatures dependent upon himself.
3. He requires them to be conscious of that dependence.... See more
4. He has promised to communicate what they need.
5. He commands them to believe his promise, and look for its fulfillment.
6. And to do this without doubt, fear, or distrust; “with their whole heart.”
Lean not unto thine own understanding - אל תשען al tishshaen, do not prop thyself. It is on God, not on thyself, that thou art commanded to depend. He who trusts in his own heart is a fool.
(Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu - Ini adalah perintah yang paling penting, karena :
1. Allah adalah mata air dari semua hal hal yang baik.
2. Dia telah membuat ciptaan yang berintelektual bergantung pada diri Allah sendiri.
3. Ia menuntut mereka untuk sadar bahwa mereka bersifat ketergantungan pada Allah sendiri.
4. Dia telah berjanji untuk mengkonfirmasikan apa yang mereka (ciptaan yang berintelektual) butuhkan.
5. Ia memerintahkan mereka untuk percaya janji-Nya, dan mencari pemenuhannya.
6. Dan untuk melakukan hal ini tanpa keraguan, ketakutan, atau ketidakpercayaan; "dengan segenap hati mereka."
Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri - אל תשען al tishshaen, jangan percayakan kepada dirimu sendiri. Percayakan hal ini pada Allah, bukan pada dirimu sendiri, bahwa engkau diperintahkan untuk bergantung. Barang siapa yang percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bodoh.)

Jadi Adam Clarke berkesimpulan bahwa : Setiap ciptaan yang diciptakan Allah pasti bergantung kepada Allah itu sendiri. Dan disini kita pun diperintahkan untuk bergantung penuh kepada Allah tanpa KERAGUAN dan KETAKUTAN ataupun KETIDAKPERCAYAAN sedikitpun pada AllAH. Dan pada kalimat terakhir dikatakan bahwa siapa yang percaya kepada hatinya dan pemahamannya sendiri adalah orang bodoh.

Setelah mengetahui pemahaman tentang percaya kepada Allah, mari kita belajar untuk sungguh-sungguh percaya kepada Allah, baik disaat kita mengalami kesukaran, disaat kita mengalami pergumulan hidup, disaaat kita sedang bahagia, disaat kita sedang sedih bahkan pada saat sedang mengalami sakit penyakit yang mematikan pun kita belajar untuk percaya kepada Allah (Trust in God).

Soli Deo Gloria

Tidak ada komentar:

Posting Komentar