Jumat, 25 Februari 2011

Siapakah Hamba Tuhan yang Baik ?

Oleh Pdt. Dr. Stephen Tong

II Korintus 4 : 1 – 2

(1)  Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.  (2)  Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.


Terjemahan lain :  Oleh kemurahan Allah kami menerima pelayanan ini. Karenanya, kami tidak takut, tapi kami menolak segala perbuatan yang tersembunyi, yang memalukan. Kami tidak melakukan kelicikan, tidak menyampaikan firman Tuhan dengan sembrono melainkan menyatakan kebenaran. Dengan begitu, di hadapan Allah, kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan di dalam hati nurani setiap orang.


Kesimpulan dari kedua ayat itu adalah : Siapakah hamba Tuhan yang baik?


1. Jelas akan panggilan Tuhan.

Dari zaman ke zaman, kita tak pernah menemukan seorang hamba Tuhan yang sejati, yang jelas akan panggilan Tuhan atas dirinya. Waktu kami studi di Sekolah Teologia, sekolah pernah mengadakan pembaharuan: seorang dosen mengatakan, jika kau tidak jelas akan panggilan Tuhan atas dirimu, sekarang juga, kau boleh angkat kaki. Selama beberapa hari itu, setiap pengkhobah membahas panggilan Tuhan. Bombardir lewat mimbar itu sempat mengakibatkan beberapa orang meninggalkan sekolah. Salah seorang adik kelas saya yang juga sekamar dengan saya menangis, berpuasa empat puluh hari, hanya minum saja, karena dia pernah menyerahkan diri melayani Tuhan, tapi belum begitu yakin menjadi hamba Tuhan itu panggilan Tuhan atau keinginan dirinya, diapun menggumuli hal itu dengan serius. Empat puluh hari kemudian, dia makan, tertawa….seperti sediakala, saya tanyakan padanya “bagaimana jawaban doamu?” “saya sudah jelas akan panggilan Tuhan”. Dengan kekuatan itulah dia melayani puluhan tahun dengan setia sampai dia pensiun. Inilah satu fakta; kesaksian yang saya saksikan. Sayangnya: dia pensiun saat usianya belum genap enam puluh tahun. Saya tidak tahu apa sebabnya, tapi selama puluhan tahun saya tak pernah mendengar orang mencela pelayanannya. Itulah penghiburan, kekuatan yang kita terima dari orang yang jelas akan panggilan Tuhan. Maka saya minta para wisudawan yang hari ini diwisuda untuk menggumuli panggilan kalian, sampai kalian bisa mengatakan pada Tuhan: Engkaulah yang memanggil saya. Dr. Andrew Gih pernah berkata, jika saya sudah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Tuhan, tapi akhirnya saya dibuang oleh Tuhan, saya adalah orang yang paling kasian di dunia. Paulus berkata, jangan sampai aku mengabarkan Injil pada orang, tapi diriku sendiri dibuang oleh Tuhan.


2. Tidak tawar hati ; tidak takut.

Point pertama – jelas akan panggilan Tuhan menghasilkan point kedua: dalam hidupmu sebagai pelayan Tuhan, kamu tidak pernah merasa takut baik pada raja maupun konglomerat. Saya baru saja mengatakan di Semarang, pendeta yang menggoyang ekor saat bertemu orang kaya adalah anjing, bukan pendeta. Ada banyak pendeta kompromi saat dia melihat uang, banyak sekolah teologi kehilangan kuasa; tidak berani menegur dosa, karena dana mereka berasal dari gereja-gereja yang ajarannya salah. Maka saya tanyakan pada mereka, kalian mendirikan sekolah untuk uang atau untuk kebenaran? Kalau sekolah kalian didirikan untuk membesarkan Tuhan, memperluas kerajaan Tuhan, meninggikan kebenaran, tak boleh ada unsur apapun yang mengubah niat kalian menjadi hamba Tuhan.

Mensius, filsuf tersohor kedua di sejarah Tiongkok mengatakan, seorang gentleman memiliki tiga hal:
a. Saat miskin tidak mengubah niat,
b. Saat kaya tidak tergoda untuk berzinah atau melakukan penyelewengan apapun,
c. Saat berhadapan dengan penguasa tidak bertekuk lutut.

Entah mengapa, beberapa tahun belakangan ini saya enggan mengajar di Sekolah Teologi, bukan karena saya tidak memandang penting hal itu, tapi saya tahu, ada banyak orang yang studi di Sekolah Teologia hanya mengejar SKS; gelar, tidak menuntut kuasa dari Tuhan, setia pada kebenaran, mengasihi jiwa-jiwa yang tersesat. Saya ragu, apakah kelak mereka bisa menjadi hamba Tuhan yang sejati. Di zaman Elia, ada ribuan orang studi di sekolah nabi, tapi Allah tidak memakai seorangpun diantara mereka, malah menyuruh Elia mengurapi Elisa meneruskan pelayanannya. Pendidikan akademis memang penting, tapi ada perkara yang lebih penting dari pengertian yang didapat dari buku, teori-teori manusia; sikap kita.


3. Buang segala perkara yang kau lakukan secara sembunyi-sembunyi.

Selama saya melayani Tuhan, saya perhatikan, ada enam orang yang begitu bertalenta, fasih lidah, berpengetahuan, bertitel, tapi tak punya kuasa dalam pelayanannya, akhirnya saya temukan, empat diantara enam orang tersebut menyimpan perkara yang tersembunyi; yang memalukan, namun akhirnya, satu persatu perkara itu terbongkar, merekapun dibuang oleh gereja. Sungguh sayang sekali. Itu sebabnya saya menegaskan, mari kita – pendeta, penginjil, majelis , guru sekolah minggu; setiap orang yang melayani Tuhan, dengan tangan yang suci kita melayani Tuhan yang suci, dengan mulut yang suci kita memberitakan firman yang suci, dengan otak yang suci kita memikirkan kebenaran yang suci, dengan kaki yang suci menginjak mimbar yang suci. Dr. Andrew Gih pernah memberi contoh, seorang kaya pulang ke rumahnya, dia melihat mangkoknya yang terbuat dari emas, piringnya terbuat dari perak, cangkirnya ada yang terbuat dari emas, ada yang dari perak tembaga dan dari tanah liat yang murah. Waktu dia ingin minum, dia memperhatikan bahwa cawan emas, perak dan tembaganya kotor, hanya cawan yang terbuat dari tanah liatlah yang bersih, cawan mana yang dia pakai? Cawan yang bersih. Contoh itu sangat sederhana, tapi benar-benar menyatakan isi hati Tuhan. Kata Paulus, singkirkan perkara yang najis dari dirimu, jadilah suci, supaya layak dipakai oleh Tuhan. Tuhan berkata pada Yeremia, tinggalkan segala perkara yang rendah, rindukanlah perkara yang suci, yang anggun. Aku akan memakaimu sebagai penyambung lidahKu (bahasa Ibrani berarti nabi).


4. Tidak berlaku licik.

Ini adalah perkara yang amat penting; jadilah orang yang jujur, tulus, luar dalamnya sama. Peribahasa Tionghoa mengatakan, orang licik hanya bisa menipu orang satu masa, tidak bisa menipu seumur hidup. Kejujuran adalah sikap yang membuktikan dirimu adalah hamba kebenaran, berani menyatakan kebenaran. Tuhan Yesus berkata, Father, sanctified them with the truth and Thy word is truth. Almarhum paman Joseph Tjakra, sebelum meninggal berkata, saya sering mendengar khotbah, saya tahu, semua khotbah itu benar, tapi mayoritas pengkhotbah hidupnya tidak benar. Saya menyimak, mengingatnya dan berkata, Tuhan, terima kasih untuk rahasia yang Kau bocorkan padaku sebelum hari penghakiman. Celakalah kita, kalau kita hanya mau dipuji. Karena kalimat penghakiman tidak akan kita dengar dalam pujian melainkan dalam kritikan orang yang mungkin tidak kita sukai. Mendengar statement itu, saya gentar dan berdoa pada Tuhan: saya ingin menjadi hambaNya yang beres dalam penyampaian firman, juga beres dalam hidup. Bagaimana kita bisa hidup dengan beres? Jujur di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia, perilaku kita di hadapan Tuhan dan di hadapan sesama : baik di dalam maupun di luar rumah, di dalam maupun di luar gereja tetap sama, perlakuan kita terhadap orang Kristen maupun non Kristen, orang kaya maupun orang miskin sama. Karena manusia dicipta menurut peta teladan Allah.


5. Tidak memalsukan Firman Tuhan.

Alkitab pernah menuliskan ayat yang ada kaitannya dengan memalsukan Firman Tuhan: ada orang yang menyelewengkan Firman Tuhan demi nafkah, Paulus menyebut mereka sebagai orang yang berkhotbah demi perut mereka. Ada orang yang menyelewengkan Firman Tuhan karena takut pada orang yang berkuasa yang sedang mendengar khotbahnya, Petrus pernah melakukan kesalahan itu. Waktu Paulus melihat Simon berpura-pura di tengah-tengah orang Yahudi, dia langsung menegurnya. Siapakah Paulus? Seorang junior. Siapakah Petrus? Seniornya. Bisakah seorang senior menerima teguran juniornya di hadapan umum? Tidak bisa. Tapi inilah contoh yang Alkitab berikan: ketika Petrus tua, dia menulis: tentang saudara kita yang terkasih, Paulus, firman yang dia terima dari Tuhan begitu dalam, jangan kamu menafsirkan dengan sembrono, supaya kamu jangan membinasakan diri sendiri. Saya kagum sekali akan Petrus, meski pernah ditegur oleh juniornya, dia tetap menjunjung tinggi si junior, memuji dia, mengutarakan kebaikannya. Inilah sikap Paulus saat melayani: tidak melakukan kelicikan, juga tidak memalsukan firman Tuhan. Permisi tanya, apakah kendala terbesar dari gereja-gereja zaman sekarang? Mimbar tidak lagi menyuarakan firman yang benar, hanya menyuarakan kesaksian pribadi, pengalaman yang aneh-aneh, tafsiran yang hebat tapi bukan yang Tuhan maksudkan. Kalau saya menitipkan sepucuk surat pada anda untuk rekan saya yang berada di tempat yang jauh, tetapi di tengah perjalanan, anda mengubah surat saya atau membubuhkan perkataan: menurut saya, bukan maksudnya begitu, tetapi begini. Itu berarti kau telah men-twisting, memanipulasi. Permisi tanya, bagaimana perasaan si pengirim surat? Itulah pertanggungjawaban yang saya tuntut dari zaman ini.

Mengapa John Calvin menjadi orang yang begitu agung? Karena dia tak mencampurkan filsafat; teori manusia di dalam penafsirannya. Itu sebabnya di Institute of Christian Religion terdapat enam ribuan kutipan ayat yang dia ambil dari Alkitab, dari bagian yang tidak diperhatikan orang, maka pengajaran yang dia sampaikan begitu konsisten, limpah, karena dia mendapatkannya dari Firman Tuhan yang begitu kaya tanpa mengenal kompromi. Dari muda sampai tua, tafsirannya memang luar biasa. Kecuali dalam satu hal, saat muda, dia anggap penginjilan sudah tiada; itulah kesalahan yang membawa gereja-gereja Presbiterian hampir tidak memproduksi penginjil. Tetapi di masa tuanya, dia menyadari kesalahan itu dan mengoreksinya, namun sudah tidak sanggup membawa manusia kembali pada ajaran yang lebih konkrit.  Paulus adalah seorang Teolog yang sering pergi ke pasar-pasar, menyeberangi lautan, mendaki pegunungan…untuk mengabarkan Injil. Sistem Teologi Barat sudah meracuni gereja, mendualismekan Teolog dan penginjilan. Hai, dosen-dosen di sekolah teologi, berapa orang yang sudah kau menangkan untuk Kristus? Teolog yang pergi ke pasar-pasar, ke jalan-jalan, ke sekolah, ke tempat-tempat dimana orang menentang Tuhan untuk mengabarkan Injil disana adalah Teolog yang benar. Penginjil-penginjil yang tidak mau Sekolah Teologi bagai seorang yang tahu menggunakan obat merah untuk menyembuhkan luka orang, menganggap dirinya bisa menyembuhkan segala penyakit. Apakah Paulus seorang Teolog? Ya. Apakah dia seorang penginjil? Ya. Bisakah Paulus hanya bisa dikategorikan dalam salah satunya saja? Tidak! Bahkan tidak mungkin. Tak seorangpun berhak mengatakan, saya tak perlu mengabarkan Injil, karena saya adalah seorang Teolog, saya harus mengantor dari jam delapan sampai jam empat sore. Karena penginjilan seharusnya adalah the way of your life; selama aku hidup, aku adalah saksi Kristus. Ada saatnya kita membesuk, ada saatnya kita memberitakan firman, ada saatnya kita berdebat dengan orang yang belum percaya, guna membawa mereka datang kepada Kristus. Teolog-teolog Barat yang meniru cara Paulus sedikit sekali. Suatu hari, seorang berkata “tahukah anda bahwa Cornelis Van Til (Teolog besar) setiap minggu sekali berdiri di jalan Manhattan, memberitakan Injil disana? Di usianya yang sudah lebih dari tujuh puluh empat tahun dia masih sering berdiri di beberapa jalan yang paling ramai di Manhattan, membagi-bagikan traktat, mengajak orang menerima Yesus”. Waktu saya diminta berkhotbah di Westminster Seminary, saya katakan, we Reformed people must not pre-suppose that we are only gifted in the defensive apologetics only, we should turn our attitude into the offensive evangelization and to evangelize people, to challenge the world to return to Jesus Christ. Paulus adalah orang yang tidak memalsukan firman Tuhan. Saat dia bertemu dengan para penatua Efesus di Miletus, katanya: tidak ada satu kalimat Tuhan yang ku simpan, tidak ku beritakan padamu. Kalimat itu membuat saya sangat terharu: selama kita hidup, masihkah kita menyembunyikan doktrin atau ajaran penting, yang tidak kita sampaikan pada orang? Apa sebabnya dulu saya selalu berkhotbah secara topical, tapi sejak mendirikan GRII saya berkhotbah secara ekspositori; membahas setiap ayat? Karena saya tidak menginginkan satu ayat dari Kitab yang kita bahas terlewati. Paulus berkata, tidak ada satu kalimat yang tidak aku sampaikan padamu. Seorang hamba Tuhan yang jujur seperti Paulus tidak melarikan diri dari tanggungjawabnya, menyampaikan seluruh isi hati Tuhan pada anak-anakNya.


6. Menyatakan kebenaran.

Menyatakan kebenaran berbeda dengan mengkhotbahkan kebenaran; mengkhotbahkan kebenaran adalah menyampaikan kebenaran dalam bentuk lisan, adapun menyatakan kebenaran adalah menyatakan hidup yang sepadan dengan kebenaran yang dia khotbahkan. Itu sebabnya Paulus mengatakan: yang kuberitakan adalah Kristus, hidupku adalah Kristus, maksudnya: Paulus menghidupkan Kristus yang dia beritakan dan juga memberitakan Kristus yang dia hidupkan dalam hidupnya; hidupnya menyatakan kebenaran Tuhan yang dia sampaikan di mimbar. Jadi, what they see and what they hear is the same; Jesus Christ magnified, Jesus Christ glorified.


7. Menyatakan diri di dalam hati nurani orang-orang.

Istilah hati nurani belum pernah muncul di Perjanjian Lama, tapi di Perjanjian Baru muncul kurang lebih 27 kali. Paulus berkata, kami memperkenalkan diri kami ke dalam hatimu bukan hanya di permukaan saja, maka dari se dalam-dalamnya hatimu kamu tahu; aku adalah hamba Tuhan. Inilah nasehat saya pada para wisudawan ; biarlah domba-domba yang kau gembalakan, dari sedalam-dalamnya hati nurani mereka berkata : kaulah hamba Tuhan. Meski mereka tidak mengucapkannya lewat mulut mereka, tapi hati mereka mengakui, kau adalah hamba Tuhan. Itu tandanya kau sudah mencapai point ke tujuh, kau adalah seorang hamba Tuhan yang baik. Musuh boleh membencimu, melawanmu, memfitnahmu, memakumu di atas kayu salib, tapi hati mereka tak bisa tidak mengakui kau adalah hamba Tuhan.

Biar kita tidak melewat hidup dengan sembrono. Salah seorang penyandang gelar M.Div di kelas saya di SAAT (Seminari Alkitab Asia Tenggara) tidak lagi dipakai Tuhan, karena dia sangat rajin studi tapi tidak rajin dalam menghadapi dosanya. Saya tidak ingin hal seperti itu terjadi pada kalian, saya mengharapkan anda sekalian yang di wisuda hari ini bertahan sampai Tuhan Yesus datang kembali. Maukah saudara? Ingat, yang memanggilmu adalah Tuhan, setialah padaNya. Ingat, kau dipanggil untuk melayani manusia, cintailah sesamamu. Ingat, kepadamu Tuhan mempercayakan kebenaran, peliharalah dengan baik. Ingat, dirimu adalah pemimpin, jadilah contoh yang baik. Ingat, suatu hari nanti, orang yang mendengar khotbahmu dan dirimu sendiri harus berdiri di hadapan Allah. Kiranya semua kita bisa bertahan dalam bergumul, mengalahkan segala pencobaan, setia sampai bertemu dengan Tuhan.


Sumber : http://foodforsouls.blogspot.com/2003/10/siapakah-hamba-tuhan-yang-baik.html

Kamis, 24 Februari 2011

Kekuatan Allah Yang Menyelamatkan




Oleh Yun Tonce KP


Pada masa kini banyak orang yang tidak memahami kebenaran Injil dan signifikansinya didalam kehidupan. Bahkan kebanyakan mereka mensplit antara Injil dan kehidupan baik didlingkungan keluarga, masyarakat, lingkungan kerja, lingkungan kerja.


Inilah kekeliruan pemahaman Injil pada masa kini :

1.Injil sering salah dimengerti sebagai sesuatu yang hanya bersifat kognitif
Injil bukan sesuatu yang hanya bersifat kognitif, Injil bukan sesuatu yang hanya bersifat pengetahuan. Sejak kecil banyak orang Kristen dididik didalam lingkungan Kristen namun mereka mengerti Injil hanya didalam kepala saja, tanpa signifikansi yang berarti, celakanya hal ini diajarkan turun temurun. Injil yang bersifat hanya kognitif adalah akibat dari suatu kekeliruan didalam mengerti dan memahami Firman Tuhan.

2.Injil sering salah dimengerti sebagai sesuatu yang tidak ada kekuatan apa-apa didalam hidup.

3.Injil sering salah dimengerti sebagai sesuatu yang bersifat ekslusif hanya untuk para hamba Tuhan dan para majelis.

4.Injil jarang diberitakan secara komprehensif dari mimbar.

Realitanya : Berita Injil adalah berita yang sangat mendasar dan memiliki pengaruh yang sangat besar didalam hidup kita.



I. Latar belakang konteks jaman ini :

Kehidupan di Indonesia saat Ini
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk 230 juta dan memiliki SDA yang sangat berlimpah!
Namun keironisan terjadi pada negeri ini karena kesejahteraan rakyat tidak terwujud dan banyak kasus kriminil yang tidak terselesaikan, sampai rekening para jenderal polisi juga tidak bisa diusut secara transparan. Di negara inilah kita hidup !!

Kehidupan di : Negara Swiss

Swiss dimasa lalu
Negara Swiss sebagai tempat para reformator di abad 16-an. Dimana tahun 1541 Calvin diminta oleh pemerintah untuk ke Jenewa. Disana Calvin mengajarkan tentang etika dari hukum moral 10 Hukum Taurat, sebagai pilar-pilar etika yang mempengaruhi karakter dari perkembangan diSwiss selama berabad-abad (Warisan John Calvin, hal 10). Sistem politik di Swiss pada awal reformasi dibentuk oleh Calvin (Warisan John Calvin, hal 18), ” Sistem pemerintahan bentukan Calvin ini, yang tampak liberal atau teramat demokratis pada jamannya, memberikan pengawasan dan perimbangan (check and balances), pemilihan oleh rakyat, dan unsur-unsur lain dari struktur federal yang dicontoh sebagai salah satu ekspor terbaik di Jenewa”

Kutipan dari buku Warisan John Calvin, hal 20 :
”Sejalan dengan ajaran-ajaran Calvin, gubernur-gurbenur terpilih melihat diri mereka memiliki kewajiban kepada Allah, yang mendorong mereka untuk melayani kesejahteraan rakyat dan menghindarkan diri dari gagasan keuntungan pribadi.”

”Jenewa menjadi laboratorium utama bagi pengimplementasian banyak gagasan replubikan Calvin. Dengan demikian  model politik lokal kota Jenewa memberi petunjuk-petunjuk tentang karakter Calvinisme, lengkap dengan kecenderungannya untuk membatasi pemerintahan. Ciri-ciri seperti pada masa jabatan yang terbatas,keseimbangan kekuasaan, pembatalan oleh warga negara, hak magistrat untuk menyatakan ketidaksetujuan dengan pemerintah, dan akuntabilitas merupakan inti Pemerintahan Dunia yang baru – yag selanjutnya menyebarluaskan Calvinisme kepada generasi-generasi dan tempat lainnya.”

Swiss di masa kini :
Swiss adalah negara yang kecil tetapi indah dan produktif. Di Swiss, demokrasi berjalan dengan konsisten, kedaulatan benar-benar ditangan rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Parlemen Swiss dapat dipercaya dan memiliki kredibilitas yang sangat baik. Parlemen mereka tidak tamak akan uang dan fasilitas. Dengan gaji anggota DPR Swiss hanya 4 kali rata-rata UMR Swiss. Para menteri diSwiss hidup secara "normal" dengan menggunakan fasilitas umum bahkan naik sepeda. Bahkan presiden Swiss yang saat ini berkunjung ke Indonesia, juga menggunakan pesawat komersial, padahal Swiss adalah negara yang kaya. Warga Swiss adalah warga yang memiliki kepedulian dengan lingkungan. Swiss juga termasuk negara yang sangat produktif dan efisien, dengan penduduk yang hanya 7,7 juta jiwa bisa mengekspor hampir 200 Milyar USD per tahun, sedangkan Indonesia dengan penduduk 230 juta jiwa hanya mengekspor hampir 120 Milyar USD per tahun.




II . Pembahasan dari pengertian dosa dan efeknya serta dasar Alkitabnya

(Rom 3:23)  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Ada 2 masalah besar yang dihadapi oleh semua manusia :

1. Semua orang telah berbuat dosa

John Gill :
This is the general character of all mankind; all have sinned in Adam, are guilty by his sin, polluted with it, and condemned for it; all are sinners in themselves, and by their own actual transgressions; this is the case of the whole world, and of all the men in it;
Ini adalah karakter dari semua manusia ; semua telah berdosa didalam Adam, bersalah didalam dosa mereka, tercemari didalamnya, dan binasa didalamnya; semua telah berdosa didalam dirinya sendiri-sendiri dan mereka memiliki pelanggaran sendiri-sendiri ; ini adalah masalah bagi seluruh dunia dan semua manusia terlibat didalamnya.

Bagian ini menyatakan bahwa semua manusia telah jatuh didalam dosa, hidup didalam dosa !! Mulai dari tukang becak, sampai pengusaha semua telah berdosa. Mulai dari pegawai pegawai negeri sampai jendral dan presiden sekalipun semuanya telah berbuat dosa.

Apakah dosa itu ?

(1Jn 3:4)  Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Dosa adalah pelanggaran akan Hukum Allah. Melanggar akan Hukum Allah sama halnya dengan tidak menganggap Dia ada karena kita berani menginjak-injak HukumNya, itu juga sama artinya dengan kita menginjak-injak kehormatan Allah, itu pun sama artinya dengan kita menginjak-injak kemuliaan Allah. Ini sama halnya dengan kita menghina Dia. Ini sama juga artinya dengan mempermalukan Tuhan. Dengan kita berbuat dosa, sadar atau tidak sadar, kita telah menginjak-injak kehormatan Allah. Tingkat hinaan akan semakin meningkat seiring dengan tingkat kemuliaan pihak yang dihina !!


2. Hutang Kemuliaan

Apa yang terjadi disaat kita berdosa ? Kita hutang Kemuliaan kepada Allah.

Rom 3:23b telah kehilangan kemuliaan Allah

Kita kehilangan kemuliaan Allah, ini berarti manusia memiliki hutang kemuliaan Allah. Artinya manusia tidak lagi memuliakan ALLAH sebagaimana Allah adalah Allah yang MahaMulia dihadapan CiptaanNya. Ini adalah suatu hutang yang tidak bisa dibayar karena kita telah menghilangkanNya melalui hinaan dan perbuatan kita yang menginjak-injak kehormatan Allah !!

Pada poin ini terdapat suatu pemahaman dosa secara sederhana :
Dosa adalah segala sesuatu yang kita lakukan yang tidak mempermuliakan Allah.

Peringatan dari Alkitab akan hal ini :

(Col 3:17)  Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Berdosa pun dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Orang berdoa yang berdoa hanya untuk kepentingannya sendiri dan tidak untuk kepentingan dan kemuliaan Tuhan, orang itu sedang berdosa dihadapan Tuhan. Sambil melakukan pelayanan dengan bersemangat digereja pun akan menjadi suatu perbuatan yang berdosa dihadapan Tuhan bila orang itu melakukannya bukan dengan hati yang memuliakan Tuhan. Kehidupan orang yang sebenarnya termasuk para pelayan Tuhan, bukan kehidupan yang terlihat digereja, tetapi pada saat diluar gereja, itulah kehidupan kita yang sebenarnya.

Renungkan berapa banyak dosa-dosa anda dihadapan Tuhan.


Upah dosa :

(Rom 6:23)  Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita

A. Masa kini !!

- Dosa membuat manusia kehilangan relasi dengan PenciptaNya

Joh 1:9-12
(9)  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
(10)  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
(11)  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
(12)  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Isa 1:2-4
(2)  Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: "Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku.
(3)  Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya."
(4)  Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.

- Dosa merusak isi hati dan sistem pemikiran manusia. Sehingga hati manusia menjadi bebal, menjadi buta akan segala macam kebaikan !! yang dipikirkan oleh manusia hanya semata-mata hal-hal yang berbau kejahatan !!

Mat 15:18-19
(18)  Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
(19)  Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Calvin : Hati manusia condong kepada kejahatan

Bandingkan dengan :
Kej 6:5 - “Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, ...”.
 Kej 8:21b - “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya”.
Tit 1:15 - “Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis”.
Karena itulah hal apapun yang kita lakukan pasti rusak, kenapa karena kita memiliki suatu bibit yang buruk dari dalam hati dan pikiran kita, yaitu bibit dosa !! Didalam filsafat, semua pemikiran manusia yang berdosa, memiliki suatu faktor yang disebut self destruction factor. Ini adalah faktor yang membuat pemikiran-pemikiran manusia bahkan yang paling brilian sekalipun tetap tidak konsisten dan memiliki kerusakan dari dalam !!

- Dosa membuat manusia mengalami penderitaan

- Dosa membuat manusia mengalami kematian.


B. Masa yang akan datang !!

- Binasa selama-lamanya. 
Hutang kemuliaan adalah hutang yang tidak dapat dibayar oleh manusia kepada Allah !! Sehingga Allah memberikan hukuman maut bagi kita !! Kita tidak bisa menyogok Allah dengan perbuatan baik kita !! Kita tidak bisa menyogok Allah dengan pelayanan kita !! Kita tidak bisa menyogok Allah dengan segala macam harta benda kita !! Sehingga hukuman maut telah terbuka bagi kita !!

Ilustrasi :  Seorang penjahat yang telah membunuh satu keluarga, saat disidang dan dijatuhi hukuman mati, tidak mungkin mengatakan : bebaskan aku karena aku telah berbuat baik kepada orang lain diluar sana !! Hal ini mungkin saja bila hakim dan polisi yang akan menghukum mati dia adalah orang gila !!

- Mendapatkan murka Allah. 

Bandingkan juga dengan :
(Rom 5:12)  Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
(Gen 2:17)  tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
(Eze 18:4)  Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.
(Eze 18:20)  Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
(Gal 3:10)  Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."

Karena itulah kita memerlukan obat dari dosa dan efek-efeknya !! Dunia memberikan obat-obat yang palsu untuk hal-hal ini, seperti hidup berbuat baik, hidup dengan mencari brand, hidup hanya mencari intelek, hidup cuek, hidup dengan enjoy saja !! Inilah obat-obat palsu yang ditawarkan dunia, yang bukan saja berbahaya tetapi juga mengandung racun yang akan mematikan hidup kita.
Alkitab mengatakan bahwa obat yang dari segala macam hal ini hanya Injil Kristus !! Tidak ada yang lain !! Hal ini akan dibahas dalam bagian yang lain.

Efek salah memahami Injil:
1.Tidak memiliki relasi dengan Allah yang sejati
2. Memiliki pemahaman akan gambar dan citra diri yang salah.
3. Memiliki relasi yang kacau dengan alam
4. Memiliki relasi yang kacau dengan sesama manusia.
5. Memiliki pandangan yang salah didalam studi dan pekerjaan
6. Salah memakai talenta dan anugrah yang telah Tuhan berikan kepada kita
7. Memiliki kehidupan kehilangan arah.
8. Memiliki kehidupan yang kehilangan makna
9. Tetap menjadi musuh Allah !!
10. Binasa selama-lamanya dineraka !!



III. Apakah Injil Kristus itu ? -- Eksposisi dari Roma 1:16

Pembahasan Roma 1:16 dan 17a

Rom 1:16-17
(16)  Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
(NIV)  I am not ashamed of the gospel, because it is the power of God for the salvation of everyone who believes: first for the Jew, then for the Gentile. (Aku tidak malu akan Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya: Pertama untuk orang Yahudi, kemudia untuk orang )

(17)  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
(NIV)  For in the gospel a righteousness from God is revealed, a righteousness that is by faith from first to last, just as it is written: "The righteous will live by faith." (Karena didalam Injil, kebenaran Allah dinyatakan, kebenaran yang dari awal sampai akhir hanya oleh iman, seperti ada tertulis : “ Orang benar akan hidup oleh iman.”)

Pengertian akan Injil

a.Pengertian akan Injil
Injil adalah berita sukacita bahwa Kristus Yesus yang adalah ALLAH yang telah menjadi manusia telah mati bagi saya dan saudara !! Kristus menjadi pengganti (Subtitute) yang menerima hukuman Allah yang ditujukan bagi kita !! Melalui kematian dan kebangkitanNya, Dia telah melepaskan kita dari perbudakan dosa dan menjadikan kita sebagai anak-anak Allah !! Berita INJIL adalah berita yang berasal dari Allah turun ke manusia !! Bukan dari manusia yang mencoba mencari Allah !! Berita ini adalah berita anugerah!! Keselamatan dan kelepasan kita dari hukuman maut adalah anugrah dari ALLAH didalam Kristus !!

Bandingkan :
Rom 3:24-25
(24)  dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
(25)  Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

Apakah korelasi antara Injil dengan kehidupan kita sehari-hari terlebih didalam kita menghadapi tantangan jaman ini.
Bukankah ditengah-tengah jaman ini, seruan Injil Kristus masih tetap terdengar dengan nyaring !! Banyak orang muda yang bertanya apakah iman Kristen masih relevan dan merupakan obat bagi jaman ini ? Bukankah kaum humanis berteriak cukup dengan berbuat baik ? Bukankah kaum hedonis juga berteriak mari hidup dengan enjoy segala kekayaan yang ada ? Bukankah kaum pluralis juga menawarkan bahwa semua agama sama, yang penting berbuat baik ? Injil Kristus bukan slogan tua yang kosong, tetapi didalamnya terkandung suatu kuasa yang merubah secara radikal kehidupan setiap orang percaya yang sudah teruji selama berabad-abad.

Injil = Kekuatan Allah yang menyelamatkan

“Salvation” (soteria; see also 10:1, 10; 11:11; 13:11) and the verb “to save” (sozo; 5:9, 10; 8:24; 9:27; 10:9, 13; 11:14, 26) are important words in Romans. Paul more often uses it to refer to final deliverance from sin and evil that will come to the believer at death or the Parousia (see esp. 5:9 – 10; 13:11).
Kata-kata keselamatan (salvation) (soteria; bandingkan dengan 10:1, 10; 11:11; 13:11) dan kata-kata ,menyelamatkan (sozo; bandingkan dengan 5:9, 10; 8:24; 9:27; 10:9, 13; 11:14, 26) adalah kata-kata penting yang terdapat didalam Kitab Roma. Paulus sering menggunakannya untuk merefer/menunjuk pada penyelamatan dari dosa dan kejahatan yang akan mendatangkan kematian atau kebinasaan kekal (Perhatikan 5:9-10;13:11)

b. Kuasa pendamaian dan penyelamatan yang terkandung didalam Injil Kristus :


1. Darah Kristus mendamaikan kita dengan ALLAH

Dasar Alkitab :
(Rom 5:10)  Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Pengertian : Darah Kristus mendamaikan kita dengan Allah !! Kita yang dahulu adalah musuh-musuh Allah, oleh Darah Kristus kita sekarang telah diampuni dan tidak dianggap sebagai musuh !! Lebih jauh dari itu, kita sekarang adalah para sahabat-sahabat Allah yang akan diselamatkanNya !!

Efek penyelamatan yang kita alami :

- Berdamai dengan Allah

Kita yang dahulu adalah para penjahat dan para pendurhaka, para penghina kemuliaan Tuhan, oleh karya Kristus diatas kayu salib kita diampuni olehNya.
Ini adalah suatu anugrah yang sangat tidak layak kita terima. Karena apa yang kita lakukan sangat hina, yang Allah lakukan bagi kita sangat mulia.

Bandingkan dengan :
Joh 1:9-12
(9)  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
(10)  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
(11)  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
(12)  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Isa 1:2-4
(2)  Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: "Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku.
(3)  Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya."
(4)  Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.

Sungguh karya pendamaian adalah suatu karya Kristus yang sangat tidak layak kita terima. Jika saat ini kita diberi anugrah untuk menerima karya ini, maka kita perlu bertobat dengan sungguh-sungguh dan tidak mempermainkan anugrahNya.
 
- Diselamatkan olehNya
Setelah berdamai, Allah memberikan suatu hidup untuk bersekutu denganNya selama-lamanya. Ini adalah satu-satunya dambaan yang tertinggi dari setiap manusia.

Relevansi :
- Kita sekarang memiliki akses langsung untuk hidup berkomunikasi dengan ALLAH.
- Kita sekarang adalah milik Allah. Hidup kita adalah hidup yang bertanggungjawab kepada Allah. Bukan hidup dengan menyuburkan dosa-dosa kita. Ini adalah pola hidup menyangkal diri karena kita adalah milik Kristus.

Bandingkan :
(Rom 1:6)  Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.
(Rom 7:4)  Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.
(1Co 3:23)  Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

- Kita hidup dipimpin olehNya sebagai satu-satunya gembala hidup kita.
Allah Sang Pemegang Sejarah dunia adalah Gembala hidup kita. Kita tidak perlu kuatir akan hidup kita. Gembala yang baik tidak akan mencelakakan domba-dombaNya.

- Kita tidak perlu takut akan kematian yang pasti akan menimpa hidup kita.
Orang Kristen akan kembali kepada Kristus setelah kematian jasmani !! Orang dunia takut, sedih dan gentar bila menghadapi kematian, tetapi bagi orang Kristen tidak ada hal yang perlu ditakutkan dari kematian !! Karena kita tahu kita akan pergi kemana setelah kita mati yaitu muka bertemu muka dengan Tuhan Yesus !!


2. Darah Kristus mendamaikan kita dengan diri kita sendiri. (termasuk didalam pengembangan citra diri sesuai dengan kehendak Tuhan, optimalisasi talenta, optimalisasi karunia (uang, bakat dan waktu))

Dasar Alkitab :
Rom 6:17-20
(17)  Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
(18)  Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
(19)  Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.
(20)  Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.

Pengertian : Kita yang adalah budak dari nafsu kedagingan kita karena dosa, kini oleh darah Kristus, kita sudah berdamai dengan diri kita dan darah Kristus menjadikan kita sebagai budak Allah.

Efek penyelamatan yang kita alami :
- Arah orientasi hidup kita berubah yaitu untuk memuliakan Allah disetiap aspek hidup kita.
- Hidup tidak lagi diperbudak oleh dosa. Hidup tidak lagi didalam pengejaran oleh kenikmatan dosa dan tidak mengalami kecanduan dosa..
Kaum hedonis, berlari-lari mengejar kepuasan dosa-dosa mereka dengan terus berlari, namun kita sebagai orang Kristen dengan tenang berkata bahwa Tuhan adalah permata hatiku, Tuhan adalah segala-galanya bagiku, dan aku mensampahkan segala sesuatu dengan memandang kepada Kristus
- Kita bisa memandang diri kita dengan segala potensi-potensinya yang ada secara jelas

Relevansi :
- Mempersembahkan hidup untuk kemuliaan Tuhan !!

(Rom 12:1)  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
(Gal 1:10)  Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Hal apapun yang kita lakukan disetiap aspek hidup kita, kita melakukannya dengan mata yang tertuju bahwa kita ini adalah Hamba Allah, harus hidup untuk memuliakan Allah, bukan menyuburkan dosa dan kedagingan kita !!

Disini termasuk juga :
i. Pengembangan diri sesuai dengan panggilan Tuhan dan kehendak Tuhan
ii. Optimalisasi penggunaan talenta
iii. Optimalisasi penggunaan waktu
iv. Optimalisasi penggunaan uang
v. Mengembangkan intelektual se-optimal mungkin!!

Contoh Kasus :

1). Seorang tokoh NU menulis di opini Jawa Pos, bahwa dia memimpikan untuk mendirikan universitas NU di Jakarta dengan memiliki 1000 orang Doktor/Ph.D sebagai tenaga pengajar. Dan dia memimpikan untuk menjadikan sekolah ini sebagai barometer pendidikan di Indonesia.

2). Dr Ulul Albab (rektor Universitas Dr Soetomo Surabaya, penulis sejumlah buku masalah korupsi) :
Sesungguhnya wacana seperti ini pernah juga dilontarkan Prof A. Syafii Ma'arif dengan bahasa yang berbeda. Menurut dia, kita perlu tokoh yang "rada gila" untuk memimpin KPK. Orang yang bersih dan berintegritas, tetapi tidak "rada gila" kayaknya tidak akan mampu memimpin KPK di era di mana fenomena Corruptors Fight Back diperkirakan tambah marak dan tambah canggih di masa mendatang.
Jadi, -di tengah hiruk pikuk penggembosan KPK (baik secara politik maupun hukum)- bangsa ini harus menemukan satu orang tokoh superhebat untuk menjadi ketua KPK. Artinya, perlu diwaspadai jangan sampai perdebatan mengenai sosok yang cocok menjadi ketua KPK disusupi agenda terselubung. Jadi, kerja pansel ini adalah kerja besar. Bukan sekadar memilih, tetapi yang lebih penting "menemukan".

Dari dua hal yang dipaparkan diatas, terdapat suatu korelasi yang cukup unik. Secara tersurat  Dr Ulul Albab menginformasikan bahwa walaupun banyak kaum cendikiawan, namun mereka yang benar-benar memiliki hati yang sungguh-sungguh berbeban dan integritas untuk memimpin KPK hampir tidak ada!! Kenapa ? hanya intelektual saja yang pandai namun secara spiritual masih miskin !!  Bila kaum cendikiawan demikian yang memimpin KPK maka yang terjadi bukan hanya korupsi semakin merajalela, namun moral dan karakter bangsa akan semakin rusak karena keteladan buruk yang diberikan oleh para pemimpin bangsa ini !! Bila tidak dipikirkan secara bijak, hal ini tidak akan mungkin menjadi penyelesaian yang baik, tetapi akan menjadi rancangan kecelakaan yang direncanakan oleh kaum intelektual.

Disini terlihat bahwa tanpa Injil, kita hanya menyelesaikan masalah dengan masalah.


3. Darah Kristus mendamaikan kita dengan alam semesta

Dasar Alkitab :
 Gen 1:26-28
(26)  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
(27)  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
(28)  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Pengertian :  Efek pendamaian darah Kristus yang telah menormalisasi pikiran dan hati kita melalui kuasa Roh Kudus, membawa kita untuk hidup berdamai dengan alam dan mengatur alam sebagaimana yang Allah perintahkan di Eden !!

Efek penyelamatan yang kita alami :
- Hidup dengan memandang bahwa alam adalah anugrah yang indah dari Allah bagi manusia. Karena Tuhan menciptakan alam semesta untuk manusia. Ini adalah mindset yang baru setelah kita didamaikan
- Hidup yang mencintai dan memelihara alam, tanpa memiliki dorongan untuk merusak dan mengeksploitasinya secara habis-habisan

Relevansi :
- Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan sains secara detail untuk dimodelkan dan diaplikasikan secara umum dimasyarakat
- Hidup dengan ambil bagian didalam pemeliharaan lingkungan hidup
Tidak mengeksploitasi lingkungan hidup secara gila-gilaan.


4. Darah Kristus mendamaikan kita dengan sesama kita (termasuk didalam hub sosial, politik dan pemerintahan)

Dasar Alkitab :
Rom 12:17-20
(17)  Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
(18)  Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
(19)  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
(20)  Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

Pengertian :  Setiap orang Kristen diperdamaikan oleh darah Kristus untuk berdamai dengan sesamanya !!
Efek penyelamatan yang kita alami :
- Hidup orang Kristen tidak menyimpan dendam kepada orang lain !
- Kita memancarakan kasih Kristus kepada orang lain.

Relevansi :
- Hidup kita adalah hidup yang mengasihi orang lain. Jika orang itu jahat seharusnya kita lakukan adalah membenci karakter kejahatan yang menempel pada dirinya dan mengasihi jiwanya.
- Hidup yang memancarkan kasih Kristus disetiap aspek kehidupan. Kasih yang sejati yang dipancarkan orang Kristen adalah Unlimited Love. Kasih ini adalah kasih yang rela untuk menderita, bahkan setia sampai mati. John Piper mendefinisikan kasih yang sejati adalah kasih yang menuntun seseorang kepada Allah yang sejati.
Kesetiaan dan kasih seperti ini adalah kasih standar bagi setiap anak Tuhan, bagi setiap sahabat, bagi setiap guru-guru Kristen. Kasih seperti ini adalah kasih yang berani mati dengan meneladani Kristus yang telah mati bagi kita.


5. Darah Kristus membuat kita mendamaikan orang lain dengan Allah (menjadi pembawa kabar baik)

Dasar Alkitab :
Mat 28:19-20
(19)  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
(20)  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
(Act 28:28)  Sebab itu kamu harus tahu, bahwa keselamatan yang dari pada Allah ini disampaikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan mendengarnya."
Rom 10:13-15
(13)  Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
(14)  Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
(15)  Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Pengertian : Setiap anak Tuhan membawa orang lain untuk menghadap dan berdamai dengan Allah. Keegoisan terbesar orang Kristen adalah saat kita memonopoli berita Injil hanya untuk diri kita sendiri, tanpa peduli keselamatan jiwa orang lain !!

Relevansi :
Hidup Kristen adalah hidup yang memberitakan Injil baik secara lisan maupun teladan dimanapun dan kapanpun dia berada. Sadar tidak sadar, ada salib yang slalu dibawa oleh setiap anak-anak Tuhan dimanapun dia berada. Celakanya, banyak orang yang tidak sadar kalau dia adalah pembawa berita Injil. Itu sebabnya kita harus slalu diingatkan terus menerus oleh Firman untuk : beritakan Injil !! beritakan Injil !!


c. Injil dimata dunia.

Injil Kristus dihadapan manusia berdosa adalah suatu kebodohan. Salib Kristus dimata orang dunia yang akan  binasa adalah sesuatu hal yang tidak berarti. Itu sebabnya, setiap anak-anak Tuhan harus memahami Injil dengan benar, mengerti identitas secara utuh tentang Yesus Kristus, dan hidup didalam iman yang sejati, dengan hidup dengan cara demikian, barulah anak-anak Tuhan mampu memiliki pola hidup yang berbeda dan mampu menghadapi tantangan jaman ini dan membawa setiap jiwa kembali kepada Allah.

Bandingkan dengan :

1Co 1:18-21
(18)  Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
(19)  Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
(20)  Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
(21)  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.



IV. Malu karena Injil ?? Eksposisi dari Roma 1:16a

I am not ashamed of the gospel (Aku tidak malu akan Injil) :

Paulus sebagai Rasul Kristus tidak malu akan berita Injil. Hal ini nampak dari perjalanan hidup Rasul Paulus. Bila kita memperhatikan pada perikop sebelumnya, yaitu dari :

Rom 1:8-11
(8)  Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.
(9)  Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:
(10)  Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.
(11)  Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,

Pada bagian diatas terlihat betapa berapi-apinya Sang Rasul untuk memberitakan berita Injil, betapa bersemangatnya Paulus untuk memberitakan Injil, betapa berbebannya Sang Rasul untuk memberitakan Injil Kristus. Mengapa Paulus begitu bersemangat didalam memberitakan Injil ? Karena Injil ini adalah Injil Kristus. Karena itulah dia memberitakan Injil dengan segenap hatinya. Paulus juga tidak peduli dengan aniaya yang dideritanya !! Paulus juga tidak peduli dengan hinaan dan cercaan yang diperolehnya karena memberitakan Injil, Paulus tetap konsisten dengan pemberitaan Injil yang dilakukannya. Apa yang dilakukan Paulus ini sesuai dengan Firman Kristus : (Luk 9:62)  Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

John Gill :
The reason why he was so ready and willing to preach it, even where he ran the greatest risk of his character and life, was, because it was "the Gospel of Christ" he preached, and he was not ashamed of it. This supposes that some were, though the apostle was not, ashamed of the Gospel; as all such are who hide and conceal it, who have abilities to preach it, and do not: or who preach, but not the Gospel; or who preach the Gospel only in part, who own that in private, they will not preach in public, and use ambiguous words, of doubtful signification, to cover themselves; who blend the Gospel with their own inventions, seek to please men, and live upon popular applause, regard their own interest, and not Christ's, and cannot bear the reproach of his Gospel. It expresses, that the apostle was not ashamed of it; that is, to preach it, which he did fully and faithfully, plainly and consistently, openly and publicly, and boldly, in the face of all opposition: and it designs more than is expressed, as that he had the utmost value for it, and esteemed it his highest honour that he was employed in preaching it: his reasons for this were, because it was "the Gospel of Christ"; which Christ himself preached, which he had learnt by revelation from him, and of which he was the sum and substance.

Alasan mengapa Rasul Paulus begitu bersedia dan bersiap setiap saat serta memiliki keinginan yang kuat untuk memberitakan Injil, walaupun dia dikejar oleh resiko yang terbesar sekalipun yang mengancam hidupnya, karena yang Paulus beritakan adalah berita Injil Kristus, dan dia tidak malu sedikitpun akan hal ini. Hal ini memberikan gambaran akan beberapa hal, bahwa Rasul Paulus tidak : Malu akan Injil , sebagaimana beberapa orang yang menyembunyikan berita Injil ; yang memiliki kemampuan untuk memberitakan berita Injil, dan tidak melakukannya ; atau memberitakan seolah-olah berita Injil, tetapi bukan Injil ; atau memberitakan berita Injil hanya pada beberapa bagian [tempat], dimana hanya orang-orang tertentu yang mendapat berita Injil, mereka tidak memberitakan Injil secara luas kepada masyarakat umum, dan menggunakan kata-kata yang bermakna ambigu (ganda), yang memberikan makna yang sangat meragukan, untuk melindungi diri mereka (pemberita Injil) ; yang memberitakan Injil yang diisi dengan berita  sesuai dengan kepentingan diri mereka, mencari perkenanan/kemuliaan/puji-pujian manusia dan hidup dibawah penghormatan secara populer dari manusia, mencari penghargaan untuk diri mereka dan bukan untuk Kristus, dan tidak bisa menerima celaan karena Injil. Hal ini memberikan gambaran, bahwa Rasul Paulus tidak malu akan berita Injil ; dan untuk memberitakan Injil, yang dia lakukan dengan penuh kesungguhan dan kesetiaan, dengan terarah dan konsisten, secara terbuka dan bagi orang banyak dan dengan berani dihadapan semua musuh-musuhnya : dan hal ini terlihat dengan jelas dari apa yang dilakukannya daripada yang diungkapkannya sebagaimana hal ini (Injil) sangat berharga baginya, dan sangat mulia sehingga Rasul Paulus memberikan penghormatan tertinggi bagi Injil karena itulah Rasul Paulus memberitakan berita Injil : Alasan Paulus untuk hal ini, karena Injil yang diberitakannya adalah Injil Kristus ; dimana Kristus sendiri yang diberitakan didalam berita ini, yang mana Rasul Paulus telah belajar dari apa yang telah dinyatakan olehNya dan yang mana Paulus telah ditambahkan dan masuk didalam bagian ini (sebagai pemberita Injil).

Barnes  :
The Jews had cast him off, and regarded him as an apostate; and by the wise among the Gentiles he had been persecuted, and despised, and driven from place to place, and regarded as the filth of the world, and the offscouring of all things 1Co_4:13, but still he was not ashamed of the gospel. He had so firm a conviction of its value and its truth; he had experienced so much of its consolations; and had seen so much of its efficacy; that he was so far from being ashamed of it that he gloried in it as the power of God unto salvation. People should be ashamed of crime and folly. They are ashamed of their own offences, and of the follies of their conduct, when they come to reflect on it. But they are not ashamed of what they feel to be right, and of what they know will contribute to their welfare, and to the benefit of their fellow-men. Such were the views of Paul about the gospel; and it is one of his favorite doctrines that they who believe on Christ shall not be ashamed.

Orang Yahudi telah melemparkan Paulus keluar dan menilainya sebagai orang yang murtad ; dan oleh orang bijak yang berada diantara orang Yunani, Paulus telah dianiaya dan dibenci, dan diusir dari satu tempat ke tempat lain dan dianggap sampah/kotoran dari dunia dan sampah/limbah/kotoran dari segala sesuatu (1 Kor 4:13; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.), tetapi Paulus tidak malu sedikitpun akan Injil. Paulus memiliki pendirian yang kokoh dari nilai Injil dan kebenaran Injil ; Paulus didalam pemberitaan Injil yang telah dilakukannya, dia mendaptkan begitu banyak penghiburan ; dan Paulus juga telah melihat banyak hal yang baik didalam pemberitaan Injil ; karena itulah Paulus sangat jauh dari memiliki rasa malu dan Paulus bersukacita didalamnya karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Masyarakat seharusnya malu bila melakukan kejahatan dan kebodohan didalam hidup. Mereka malu karena pelanggaran/kejahatan mereka dan kebodohan didalam hidup mereka, ketika mereka memikirkan hal itu. Tetapi mereka tidak boleh malu akan apa yang mereka rasa benar dan tentang apa yang mereka ketahui yang akan mereka kontribusikan untuk  kesejahteraan masyarakat, dan untuk keuntungan dari para pengikut mereka. Inilah pandangan Paulus tentang Injil dan ini adalah salah satu pengajaran yang merupakan pengajaran favorit bagi rasul Paulus bahwa mereka yang percaya Kristus tidak akan dipermalukan.

Bandingkan dengan :
(Rom 10:11)  Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."
(Rom 5:5)  Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
(2Ti 1:8)  Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
2Ti 1:11-12
(11)  Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.
(12)  Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
Php 1:20-21
(20)  Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
(21)  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
(Rom 9:33)  seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

Ayat ayat diatas ini menunjukkan betapa luar biasanya Rasul Paulus memiliki suatu keyakinan yang kokoh didalam memberitakan Injil. Paulus memberitakan Injil tanpa rasa malu sedikipun, walaupun harus menderita akibat pemberitaan Injil yang dilakukannya, dia sama sekali tidak kecewa, tetapi bagi Paulus hal ini adalah suatu kesempatan yang berharga untuk mempermuliakan Kristus. Sekalipun Rasul Paulus harus mati, baginya ini adalah suatu keuntungan yang tidak ada bandingnya. Hal ini menunjukkan bahwa Kristus adalah satu-satunya hal yang paling berharga bagi Paulus tidak ada hal lain yang lebih berharga dari Kristus.

Bandingkan bagian diatas dengan :
(Mar 8:38)  Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."
(1Pe 4:16)  Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Tuhan Yesus memberikan suatu kalimat yang sangat keras didalam Markus 8:38, ini adalah suatu peringatan yang keras bagi kita semua agar tidak malu akan Kristus dan FirmanNya ditengah-tengah manusia yang tidak setia dan melawan PenciptaNya. Siapapun yang malu karena Kristus maka Kristus pun akan malu akan orang itu pada saat kedatangannya yang kedua. Dan didalam 1Petrus 4:16 justru mengkonfirmasi, agar setiap orang percaya yang menderita seharusnya memuliakan Allah didalam penderitaannya.

Hal apakah yang sering membuat kita malu ? apakah apakah karena kita orang Kristen maka kita menjadi malu didalam pekerjaan kita ? malu didalam melakukan studi kita ? malu karena Kristus adalah pusat penyembahan hidup kita, yang membuat kita hidup harus belajar murni, jujur  dan mencoba untuk hidup berkenan kepada Allah, ditengah-tengah jaman yang bengkok ini ? atukah kita merasa malu ketika kita berbuat kejahatan ? merasa malu disaat memberikan teladan hidup yang buruk atau justru bangga disaat menjadi teladan hidup buruk, bangga disaat menjadi tukang onar disekolah, ditempat kuliah, bangga menjadi pelaku korupsi ditempat kerja yang menampakkan kebanggaannya dengan menghabis-habiskan hasil kejahatannya di kafe-kafe dan mal-mal ? Hal apa yang membuat kita merasa malu, kita harus instropeksi diri dihadapan Tuhan. Anak-anak Tuhan memiliki karakter yang berbeda dengan karakter orang-orang yang belum ditebus oleh darah Kristus. Anak-anak Allah adalah anak-anak yang secara khusus dipanggil dan dikuduskan oleh Kristus dan hidup untuk memuliakan Allah. Jika dunia hidup dengan berbangga-bangga didalam hal-hal yang berdosa dan malu untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan standar Allah, maka sebagai anak-anak Tuhan harus selalu memegang teguh dan slalu ingat dentitas kita sebagai anak-anak Allah yang dipanggil untuk hidup memuliakan Bapa disorga.  Amin.

Soli Deo Gloria

September 2010

Note : Bahan ini sudah disharekan di KPPM Darmo

Jumat, 18 Februari 2011

Hymn Stories : All the Way My Savior Leads Me


 All the Way My Savior Leads Me
Author—Fanny J. Crosby, 1820–1915
Composer—Robert Lowry, 1826–1899
Meter—87.87 Doubled



TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;  (Mazmur 37:23)




Pujian ini adalah ungkapan syukur atas anugerah Allah setelah Allah menjawab doa secara langsung. Tentang hal ini diungkapkan, bahwa suatu hari Fanny Crosby sangat membutuhkan uang lima dolar dan dia tidak tahu, bagaimana dia bisa mendapatkan uang sejumlah ini. Dan sebagaimana kebiasaannya, dia mulai berdoa tentang hal ini. Dalam waktu beberapa menit kemudian, seorang asing berdiri didepan pintu rumahnya dengan dengan membawa sejumlah uang dengan jumlah tepat seperti yang dia butuhkan. “Saya tidak memiliki cara untuk mendapatkan uang tersebut”, dia menulis, “ tetapi dengan mempercayai Allah, dia menjawab doa saya, Dia menjawabnya dengan menaruh jawaban doa saya pada hati dari seorang laki-laki yang baik hati  yang datang dengan membawa uang. Pemikiran saya yang pertama kali adalah, betapa menakjubkan Allah membimbingku. Saya secara langsung menulis syair puisi dan Dr.Lowry membentuknya menjadi suatu musik.” Himne ini pertama kali muncul dalam koleksi musik dari sekolah Minggu, Brightest and Best, yang disusun oleh William H Doane dan Robert Lowry pada tahun 1875.


Fanny Jane Crosby dilahirkan dari keluarga yang miskin di Southeast, New York pada 24 Maret 1823. Crosby menjadi buta pada saat berusia enam minggu karena kesalahan perawatan medis. Sepanjang hidupnya, dia adalah anggota yang setia dari gereja St. John’s Methodis Episcopal di kota New York. Crosby mendapatkan pendidikan di sekolah khusus untuk orang buta di New York. Mulai tahun 1847 sampai dengan tahun 1858, Crosby melayani sebagai guru di sekolah tersebut. Pada tahun 1858, Crosby menikah dengan seorang musisi yang juga buta, yang bernama Alexander Van Alstyne, yang adalah seeorang guru music yang sangat dihormati pada institusi khusus untuk orang-orang buta. Tulisan awal dari Crosby adalah tentang alam yang bersifat sekuler. Salah satu dari lagunya yang terkenal adalah “Rosalie The Prairie Flower”, yang membuat Crosby menerima royalty sebesar hampir tiga ribu dolar, jumlah yang cukup besar untuk jaman itu. Melalui pengaruh dari seorang musisi gereja yang terkenal saat itu, W.B. Bradbury, Crosby diawal usia empat puluh tahun mulai menulis dengan sungguh-sungguh, lirik pujian tentang Injil, dan Crosby menjadi “ciptaan yang paling berbahagia diseluruh dunia”. Tentang hal ini dikatakan bahwa Crosby tidak pernah menulis suatu teks puji-pujian tanpa berdoa dengan berlutut dan meminta bimbingan Allah. Dia juga memiliki suatu kebiasaan unik untuk membawa bendera Amerika berukuran kecil dan juga Alkitab, yang selalu ada bersamanya. Sepanjang karirnya, Crosby banyak terkait dengan musisi-musisi gereja pada saat itu melalui karya-karyanya, musisi gereja yang terkait dengannya antara lain : Ira D Sankey, Wm H Doane, John Sweney, George Stebbins, George Root, William Kirkpatrick, dan musisi-musisi gereja yang lain.

Karya Crosby yang lain termasuk didalamnya adalah “Blessed Assurance”, “My Savior First of All”, “Rescue the Perishing”, dan “Saved By Grace”.

Robert Lowry dilahirkan pada 12 Maret 1826 di Philadelphia, Pennsylavania. Lowry kemudian dikenal sebagai pengkhotbah yang cerdas dan pendeta sekaligus pemimpin dari beberapa gereja Babtis diseluruh daerah timur. Musik dan lirik-lirik pujian adalah bidang studi kegemarannya, tetapi hal-hal ini hanya menjadi kegemaran saja. Kemudian, pada saat kematian dari William Bradbury, Lowry dipilih sebagai editor musik dari Biglow Publishing Company. Tentang hal ini dikatakan, bahwa kualitas dari hasil publikasi musik ini, memberikan dorongan untuk menstimulasi musik-musik gereja di negara tersebut selama akhir dari abad yang lalu.

Robert Lowry juga memberikan kontribusi yang berarti didalam musik, seperti pada pujian-pujian favorit seperti : “Christ Arose” dan “I Need Thee Every Hour”.


* * *

“More like Jesus would I be, Let my Savior dwell in me;

Fill my soul with peace and love, make me gentle as a dove;

More like Jesus while I go, pilgrim in this world below;

Poor in spirit would I be; let my Savior dwell in me.

“If He hears the raven’s cry, if His ever watchful eye

Marks the sparrows when they fall, surely He will hear my call;

He will teach me how to live, all my sinful thoughts forgive;

Pure in heart I still would be; let my Savior dwell in me.

“More like Jesus when I pray, more like Jesus day by day;

May I rest me by His side, where the tranquil waters glide;

Born of Him, through grace renewed, by His love my will subdued,

Rich in faith I still would be; let my Savior dwell in me.”

Ditulis oleh Fanny J. Crosby pada tahun 1867


 Sumber : 101 Hymn Stories, no. 5

Diterjemahkan oleh : Yun Tonce K P

Rabu, 09 Februari 2011

Tunduklah Pada Allah, Lawanlah Iblis

Oleh Pdt. Dr. Stephen Tong


Yakobus 4:4-10
(4)  Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
(5)  Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"
(6)  Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
(7)  Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
(8)  Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
(9)  Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
(10)  Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.


Akhir bulan lalu, kita membahas soal menjadi sahabat Tuhan atau menjadi musuh Tuhan? Saya kira, secara sadar, tidak ada yang berani menjadi musuh Allah, tapi faktanya, saat kita tak hati-hati, kita bisa tergelincir menjadi musuh Allah. Karena ada satu prinsip yang menetapkan kita berada di status itu. Prinsip yang mana? Jika kau bersahabat dengan dunia, secara otomatis, kau menjadi musuh Allah — prinsip yang Yakobus paparkan pada setiap orang Kristen. Jumlah orang yang mengaku diri pengikut Yesus Kristus banyak sekali, tapi yang betul-betul berkenan di hadapanNya sangatlah sedikit. Sama halnya, banyak orang ingin menjadi Presiden, tapi 99.9% dari mereka tak pernah menjadi Presiden. Karena di antara keinginan dan realita terdapat gap yang amat besar, keinginan hanyalah sebuah mimpi, untuk mewujudkannya butuh membayar harga mahal, menempuh jalan yang panjang sekali. Kita ingin menjadi sahabat Tuhan, ingin punya hubungan yang erat dengan Tuhan, tapi kata Yakobus, kalau kau bersahabat dengan dunia, secara otomatis kau adalah musuh Allah — status yang amat mengerikan. Parahnya, saat orang Kristen membaca statemen itu seperti tidak terjadi apa-apa. Karena mereka membaca Alkitab hanya untuk berlomba: siapa yang lebih tahu Alkitab. Celakalah orang yang pengertian kebenarannya hanya stop di kognitif saja, hanya menerimanya sebagai pengetahuan umum saja! Padahal jika kita mengerti dengan penuh kesadaran, dengan rasa takut pada Tuhan, hidup kita akan menjadi berbeda sekali. Karena kalimat-kalimat di Alkitab memang tidak sulit dimengerti, namun di balik statemen itu terkandung kewajiban yang amat berat. Contoh: Yesus berkata pada Petrus, jika kau mengasihi Aku, gembalakanlah domba-dombaKu! Aku mengutusmu bagai domba ke tengah-tengah kawanan srigala. Bisakah kita bayangkan: bagaimana nasib domba itu? Maka barangsiapa mengatakan: aku mau jadi hamba Tuhan; diutus olehNya, bukan sekedar mengenakan jas, disambut dengan baik, melainkan siap untuk dikoyak-koyak oleh kawanan serigala.

Ay.5, tidakkah kamu sadari, Roh Kudus yang ada di hatimu itu cemburu, saat hidupmu tak sesuai dengan kehendakNya. Karena Roh Kudus adalah Roh cemburu yang tidak akan mentolerir dosa. Saat Dia menemukan hatimu menyimpang; tidak setia, Dia akan berduka (Ef.4: 30). Jika kita tahu, kita adalah milik Tuhan, dan Tuhan yang memiliki kita punya rencana atas diri kita, punya standar yang Dia tetapkan bagi hidup kita, menuntut kita setia, tentu kita tidak akan berdosa dengan sesuka hati. Masalahnya, banyak orang berpikir, hari Minggu adalah hari kerja bakti, di mana kita membersihkan semua dosa yang kita tumpuk dari hari Senin sampai hari Sabtu dengan minta ampun padaNya. 500 tahun silam, mimbar gereja sering mengumandangkan statemen "dosamu sudah diampuni". Karena di masa itu, orang Kristen takut dosa mendatangkan hukuman Tuhan atas diri mereka, mereka rindu mendapat jaminan: dosa mereka sudah diampuni. Gereja Katholik pun menawarkan solusi: orang yang ingin dibebaskan dari dosa, harus datang mengakui dosanya secara pribadi pada Pastor, yang kemudian akan membisikkan statemen: dosamu sudah diampuni di telinganya. Mereka melakukannya dan hati mereka merasa lega. Fenomena itu dimanfaatkan oleh gereja Katholik untuk menjual tiket pengampunan dosa: semakin banyak seorang membeli tiket pengampunan dosa, semakin banyak dosanya diperingan. Ajaran yang tidak sejalan dengan Kitab Suci itulah yang merangsang Martin Luther memakukan 95 tesis di gerbang pintu Wittenburg, memprok-lamirkan Reformasi. 100 tahun kemudian, keturunan orang-orang yang menerima doktrin Reformasi, karena salah mengartikan doktrin sola gratia, lalu mementingkan iman, tetapi melalaikan kelakuan, statemen "dosamu sudah diampuni" yang dikumandangkan tiap hari Minggu, membuat hidup orang Kristen yang sudah menikmati kebebasan di dalam Kristus malah tidak bertanggungjawab dalam hidupnya. Karena itu ada ajaran Pietisme: harus hidup suci, punya rasa tanggungjawab pribadi pada Tuhan, perlu lahir baru, sungguh-sungguh ber-iman pada Tuhan, melatih diri dengan disiplin, mengabarkan injil... berkesempatan mem-pengaruhi banyak orang, efek sampingannya: terbentuk gereja kecil di dalam gereja besar, sekelompok orang yang kerohaniannya nampak dari luar mulai menyombongkan diri, menghina orang yang kerohaniannya tidak nampak, dan menyebut mereka sebagai orang Kristen sekuler.

Mari kita mawas diri: apakah hidup kita mengikuti prinsip orang berdosa atau prinsip yang Alkitab tetapkan? Kalau duniawi adalah musuh Allah, apakah kita harus hidup terpisah dari dunia? Tidak. Lalu, apa yang dimaksud dengan duniawi? Definisinya sangat luas, setiap orang punya pandangannya sendiri, Alkitab tak pernah menetapkan orang yang melayani harus mengenakan jas, mengenakan dasi. Lalu mengapa kita mengenakan dasi? Karena tradisi. Lagi pula mengenakan dasi juga tidak salah, bukan? Saya dibesarkan di gereja yang kolot luar biasa, tempat duduk di gereja terbagi menjadi dua: bagian untuk pria dan bagian untuk wanita, suami-isteripun tak boleh duduk berdampingan. Tidak boleh membawa makanan dan minuman, tak boleh memasang layar di gereja, bahkan memutar slide pelayanan di tempat lainpun tidak diizinkan. Orang yang bergabung di team PI. tidak boleh mengeriting rambutnya, ada dua orang dikeluarkan dari team PI hanya karena mengenakan lipstik, mereka dianggap duniawi. Wanita harus mengenakan rok panjang yang polos, sehingga pemudi yang berusia 18 tahun diharuskan mengenakan pakaian yang layaknya untuk orang berusia 80 tahun baru dipandang rohani. Kalau anda ingin tahu, tontonlah film the sound of music, yang mengutarakan dua jenis pendidikan yang sama sekali bertolak belakang: sang Kapten mengharuskan anak-anaknya disiplin, tapi guru mereka begitu lincah, sampai kain kordenpun dia jadikan kostum menari. Apakah orang alim pasti lebih suci? Tidak tentu, yang pasti adalah lebih kaku. Banyak anak yang kelihatannya alim pergi mencari pelacur, bahkan tak sedikit pula orang yang sudah tua mencari pelacur, dan sesudahnya kembali pada tampangnya yang "rohani". Maka duniawi tidak bisa dinilai dari tampang luarnya. Yesus berkata: Yohanes tidak makan, tidak minum, kamu mengatai dia dirasuk setan, Anak Manusia datang makan dan minum, kamu mengatai Dia rakus, suka minum arak. Maksudnya: penilaian orang terhadap rohaniwan bermacam-macam, bahkan ada yang berpendapat, hamba Tuhan tak boleh menggunakan barang bagus. Jonathan Edwards dikucilkan dari gereja, hanya karena isterinya membeli seperangkat sendok garpu perak. Penulis riwayat hidup Jonathan Edward mengatakan: secara tidak sadar, mereka telah mengeluarkan seorang pemikir terhebat di sejarah Amerika. Kali pertama Billy Graham berkhotbah di London, dia membawa serta Ruth, isterinya. Selesai khotbah, seorang wanita yang sangat tua mendatangi dia, katanya: "Dr. Billy Graham, your sermon is excellent, sayang, warna bibir nyonyamu sedikit terlalu merah". Billy Graham dengan sangat sopan menjawab "saya kira, anda perlu sedikit mewarnai bibirmu". Orang selalu mengeritik, kalau kritikannya bukan didasarkan pada konsep Alkitab, kita tak perlu merasa takut. Memang, kita tak boleh menjadi sahabat dunia, tapi siapa sih sahabat dunia? Orang yang sengaja hidup di dalam dosa, tak mau mentaati perintah Tuhan. Dunia ini penuh dosa, kita perlu memilah-milah: mana yang boleh kita lakukan, mana yang tidak boleh kita lakukan. Misalnya: korupsi, berzinah itu dosa, bukan mengategorikan pakaian model seperti ini rohani, pakaian model itu duniawi. Tentu saat memilih pakaian ada hal-hal yang perlu diperhatikan, seperti jangan terlalu tipis, terlalu pendek, terlalu ketat...., hati yang bersih, tangan yang bersih, pikiran yang bersih, motivasi yang bersih jauh lebih penting dari pada patokan-patokan manusia. Jadilah sahabat Tuhan.

Bagaimana kita bisa bersahabat dengan Tuhan? Jangan membuat Roh Kudus berduka atau cemburu; cemburu ilahi, seperti yang Paulus katakan di 2 Kor., cemburuku padamu bagai cemburu Ilahi, karena aku telah menjodohkanmu dengan Kristus, Pengantin pria, hendaklah kamu setia padaNya. Jangan sampai tergoda oleh ular dan hilanglah hatimu yang simplicity; sederhana: hanya mengarah pada satu arah, tidak bercabang hati — tanda dari kesucian hatimu.

Blessed are those who are pure hearted, karena mereka akan nampak Allah dengan mata rohani mereka — khotbah Yesus di Mat. 5. Bagi Soren A. Kierkegaard, a pure hearted man is a one hearted man, hanya punya satu arah, hanya hidup untuk Tuhan, hanya memuliakan Dia, hanya memperkenan Dia. Jadi, suci bukan merupakan kuantitas yang bisa ditambah-tambah, melainkan suatu kualitas yang hanya punya satu arah: seluruh hidupnya hanya untuk Tuhan, selanjutnya semua kuanitas kesucian hidup pun dia miliki. Tuhan menjadi nahkoda yang membawa dia keluar dari segala godaan, berjalan di dalam rencana-Nya yang kekal. Begitu simple, one hearted, one direction, one Lord, one eternal planning to delight Him.

Setelah kita memahami ayat-ayat ini, tentu tidak sulit lagi untuk memahami bagian selanjutnya: harus memihak. Memang tidak gampang, butuh keberanian yang besar. Karena saat kau memihak, kau harus siap hati untuk dijadikan musuh oleh pihak lawan. Kata Martin Luther, rasio adalah pelacur. Saat kau mendengar seorang menyampaikan ideologi yang self sufficient, kau menyimpulkan: betul. Tapi saat kau mendengar pihak lawan memaparkan fakta-fakta yang cukup, kau menganggap dia juga betul. Saat orang lain memberikan pandangan umumnya: it is not possible, that everything is right. kau merasa dia juga betul. Itulah orang yang tidak berpendirian, berusaha menyenangkan semua pihak. Di PL tertulis: mereka pergi ke decisive valley yang terletak di tengah-tengah dua buah gunung, dan menetapkan untuk maju atau mundur, tak ada jalan lain.

Ada kalanya Tuhan mengizinkan kesulitan besar menimpa kita, mendesak kita menyatakan pendirian. Orang yang tak berpendirian mudah diombang-ambingkan oleh angin. Sebelum Musa mati, dia menantang orang Israel: apa yang kau kehendaki, mau terus setia pada Tuhan atau tidak? Biar langit dan bumi menyaksikan ketetapanmu hari ini. Saat Yosua tua, katanya pada orang Israel, aku dan keluargaku pasti menyembah Yahweh. Jangan kamu bercabang hati, meneladani orang kafir menyembah berhala. Eliapun pernah berseru di gunung Karmel. Jika Yahweh adalah Allah, sembahlah Dia! Jika Baal adalah Allah, sembahlah dia! Sampai kapan kamu terus bercabang hati? Selain ketiga tokoh itu, Yakobuspun berseru: berpihaklah pada Tuhan dan lawanlah setan (ay.7-8). inilah sebuah tantangan berat, mengajak kita menyatakan setia pada Tuhan, tidak lagi ditipu oleh dunia yang fana. Barangsiapa menyerahkan hidupnya untuk kerajaan Tuhan, meski dia mati, akan dipelihara sampai selama-lamanya. Tapi barangsiapa mencintai diri, tak mau berkorban bagi Tuhan, dia akan kehilangan nyawanya. Itulah ajaran yang Tuhan Yesus berikan. Mengapa kita takut bermusuhan dengan setan, tapi saat kita secara tidak sadar telah bermusuhan dengan Allah, kita tidak merasa takut? Hanya satu sebab: kita menganggap setan itu ganas, sementara Allah, penuh cinta kasih. Hari ini, biarlah kita menetapkan: apapun yang terjadi, tetap berdiri di pihak Tuhan dan melawan iblis.

Ayat 7b, kekuatan yang besar, yang membuat setan takut telah Allah karuniakan pada kita. Setan memang tidak takut padamu, tapi dia pasti takut pada Tuhan yang ada di dalammu, amin? Peribahasa Tionghoa : hu jia hu wei ; kisah 2.500 tahun lampau, di zaman Kong fu zu: suatu hari, seekor harimau yang lapar bertemu seekor serigala, saat dia mau memangsanya, serigala yang licik berkata, sorga telah memandatku menjadi raja rimba. Kalau kau tak percaya, ikutlah denganku dan lihatlah, adakah binatang yang tak takut padaku. Sungguh, ke manapun si serigala berjalan, semua binatang lari terbirit-birit. Karena mereka takut pada harimau. Waktu saya kecil, seorang pendeta membawakan satu cerita yang lucu sekali: suatu hari, setan mengetuk pintu sambil berseru: "ayo buka pintu!" "siapa kau?" "setan" "Tunggu" "cepat buka pintunya" orang itu masuk ke biliknya yang terdalam dan berseru: Tuhan, setan mengetuk pintu, tolong bukakan pintu" Setan mengetuk pintu dengan tidak sabar, tapi saat Yesus membuka pintu, katanya, maaf, salah nomor. Diapun lari tunggang langgang. Tunduklah pada Tuhan, lawanlah iblis, dia akan lari dari padamu. Inilah janji Allah bagi orang Kristen yang berdiri di pihakNya, yang tunduk padaNya. Itulah prinsip saya melayani Tuhan selama 48 tahun: hanya takut pada Tuhan, tidak takut pada Presiden, Paus, Jenderal, orang kaya.... siapapun, karena mereka hanyalah manusia, dan Tuhan mengutus saya untuk berbicara pada manusia.

Mengapa Elia begitu berani terhadap Ahab, mengapa Sadrakh, Mesakh, Abegnego tak mau berlutut pada berhala? Karena lutut mereka sudah dipakai untuk berlutut di hadapan Allah Pencipta langit dan bumi, mereka tak akan berlutut pada obyek lain. Iman mereka lebih kuat dari emas murni. Meski Sadrakh, Mesakh, Abednego dilempar ke dapur api yang panasnya 7 kali lipat dari dapur api biasa, namun waktu mereka keluar dari sana, tidak berbau hangus barang sedikitpun. Ada banyak orang yang melayani Tuhan, setelah melewati sengsara, bau sengsaranya tercium ke mana-mana, tapi mereka bertiga, meski melewati sengsara tak tercium bau sengsaranya, mereka berhasil mencapai kemenangan total: begitu rela berkorban bagi Tuhan, tak ingin memuliakan diri barang sedikitpun. Jangan takut melawan iblis. Saya melatih iman begitu rupa, dan Tuhan memberkati orang yang bodoh ini. Waktu saya baru menjadi penginjil di Surabaya, anak sekolah minggu yang diserahkan pada saya adalah 17 orang, di dalam 4 tahun, berkembang menjadi 1750 orang. Kami tak bisa menunggu orang membawa anaknya ke sekolah minggu di gereja, orang Kristen harus membuka ruang tamunya bagi anak-anak di sekitar rumahnya, sayapun mendirikan 25 buah pos PI untuk anak-anak. Di pos PI pertama terkumpul 75 orang anak, orang di sekitar minta kami tidak menginjili anak-anak, mengancam akan hancurkan rumah itu. Tapi kata saya "teruskan, tak perlu takut. Karena Alkitab mengatakan, jangan takut, percaya saja". Saya menghadap ke departemen agama, kata pejabat di sana, kalau mereka menuntut untuk menutupnya, suruh mereka menulis surat. Saya menyampaikan pada mereka, sampai hari ini, 30 sudah berlalu, surat mereka tak kunjung datang. Jangan takut, kalau kau takluk pada Tuhan, lakukanlah hal yang benar dengan iman yang mengandung keberanian.

Ay. 8b-9, tak ada catatan lain di Alkitab yang mengajak kita membersihkan diri dan mengubah sukacita menjadi dukacita; berdukacita bagi dosa kita, suatu ajakan untuk mengoyak-ngoyak hati, bukan untuk mengoyak-ngoyak baju, agar kita membersihkan diri dan sungguh-sungguh berpaling pada Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati kita, menjadi orang yang berdiri di pihak kebenaran dengan setia, tunduk pada Tuhan, berani melawan iblis.


Sumber : http://foodforsouls.blogspot.com